Sabtu, 08 Mei 2010

Perbincangan antara Hati dan Ego.. -ku..

ego         : aku bosan.. lelah.. terlalu banyak pengorbanan yang aku lakukan selama ini.. tapi apa yang
  aku dapatkan?? tak ada sedikit pun balasan.. kebahagiaan..
hati        : wahai ego.. sesungguhnya kita telah cukup banyak mendapatkan kebahagiaan..jauh lebih
  banyak dan lebih berarti daripada pengorbanan yang kita berikan

ego         : tapi dengan pengorbanan yang sudah kulakukan selama ini, sudah sepantasnya aku
  mendapatkan "sesuatu".. tapi.. yang ada cuma kepahitan.. kekecewaan.. kekesalan..
  semuanya begitu memuakkan..
hati        : wahai ego.. sesungguhnya jika engkau mau berfikir lebih dalam.. kau akan sadar bahwa
   ada "sesuatu" di sana.. yang kau anggap kecil.. yang kau anggap tak berarti.. padahal
   sesungguhnya begitu besar dan berarti..

ego         : tapi sampai kapan aku harus merasakan kepahitan ini?? aku hanya mengharapkan sebuah
  balasan sesuai dengan yang aku inginkan.. karena semua ini kurasakan begitu berat..
hati        : wahai ego.. bagaimana bisa kau merasa begitu berat atas pengorbanan kecil yang kita
   berikan?? sedangkan di luar sana, saudara-saudara kita dapat selalu merasa ringan atas
   pengorbanan-pengorbanan besar mereka..??

ego         : saudara-saudara kita?? aku juga muak dengan mereka.. yang dahulu datang dengan
   senyuman, tangan terbuka dan keramahan.. kini apa..?? mereka selalu bersuara keras dan
   lantang.. supaya mental kita lebih kuat, katanya.. bahkan sekarang tak ada lagi kata terima
   kasih atas bantuan-bantuan yang kuberikan.. karena memang sudah kewajiban kita untuk
   membantu, katanya..
hati        : wahai ego.. tidakkah kau sadari bahwa mereka berteriak hanya pada saat-saat tertentu??
   dan sesungguhnya dalam hatinya, mereka selalu menghargai apa yang kita lakukan..
   walaupun tak sempat mereka ucapkan.. dan sesungguhnya mereka sering membangga-
   banggakan dan memuji-muji dirimu di depan orang lain..

ego         : mereka juga selalu membebaniku dengan tugas-tugas yang berat.. tanpa melihat
   kondisiku.. tanpa bertanya sedikit pun kepadaku, apakah aku sanggup atau tidak.. dan
   tidak bisa kutolak walaupun telah kujelaskan.. mereka selalu membantah alasan-alasan
   yang kuutarakan.. padahal semua itu benar adanya.. bukan sekedar alasan..
hati        : wahai ego.. bukankah kita sering berkata dengan lantang, bahwa kita adalah sebuah anak
   panah yang selalu siap menuju sasaran.. kapan pun, dimana pun dan siapa pun
   pemanahnya.. maka tak ada alasan untuk menolak tugas-tugas tersebut..

ego         : mereka hanya memanfaatkanku.. mereka tidak pernah mau tahu.. yang penting aku bisa
   melaksanakan tugasku dengan baik, mereka senang.. jika tidak, mereka akan
    menyalahkanku dan memarahiku dengan kata-kata yang menusuk.. aku tak tahan..
hati        : wahai ego.. sesungguhnya mereka lebih tahu kondisi kita daripada yang engkau kira..
   mereka senantiasa menasihati kita agar kita bisa melakukan semua dengan lebih baik lagi..
   sabarlah wahai ego.. bukankah kita juga sering berkata dengan lantang, bahwa kesabaran
   kita tak pernah padam.. bagai pisau belati yang tajam.. untuk arungi jalan hidup yang
   panjang ini..

ego         : tapi aku telah terlalu banyak mengorbankan waktuku.. padahal aku bisa melakukan
  sesuatu yang lain dan lebih baik.. lebih kusenangi.. dan lebih nyaman untukku..
hati        : wahai ego.. percayalah bahwa hal ini adalah hal terbaik yang telah dipilihkan dan dapat
   kita lakukan.. mungkin saja sesuatu yang lain itu tak akan bisa kau lakukan dengan lebih
   baik..

ego         : wahai hati.. sesungguhnya kita tak akan pernah punya pandangan yang sama.. maka
   jagalah aku agar tubuh ini tetap dapat melakukan segala sesuatu dengan pikiran yang
   jenih dan suci..
hati        : wahai ego.. benar sekali yang telah engkau katakan.. tapi aku pun terlalu jernih untuk
   dapat menghadapi kondisi dunia yang rumit ini.. maka jagalah aku agar tubuh ini tetap
   dapat melakukan segala sesuatu dengan sikap "manusiawi"..



@Depok, 8 Mei 2010

untuk hati dan egoku yang selama ini setia menemani..
tetaplah kalian saling menjaga..

- bulanketujuh danrian -

2 komentar:

  1. gue baru baca..
    and it's really inspiring me..
    thank's jul..
    tp beneran tulisan lo nih?
    bagus juga, gak nyangka lo bisa nulis tulisan beraat.. :D

    BalasHapus
  2. InsyaAllah tulisan2 di blog ini tulisan gue..
    kalo nyadur pasti gue cantumin sumbernya..

    BalasHapus