Senin, 18 Juli 2011

Supra X 125 D

Nah kalo ini motor gue.. namanya Supri.. artinya Supranya Ibu.. Nomernya B 64xx ESx
Kemana-mana naik motor ini.. beli lunas di Honda Cisalak dengan harga + Rp 15.500.000, sama asuransi juga sekalian..

Kingston DT 101 4GB

Nah ini flashdisk yang gue pake.. belom niat beli HDE.. pake ini juga udah cukup kok.. beli Rp 65.000 di Ardi, anak AK.. belom pernah error tuh.. dan sangat berguna buat ngeback-up Tugas Akhir gue kemana-mana.. 

Nokia 1600

Hape gue yang sekarang adalah Nokia 1600.. beli dari Siti Muniroh dengan harga Rp 50.000 plus charger.. haha.. adik yang baik..
Tapi gara-gara pernah loncat dari ketinggian 1,7 meter, jadi agak2 sering ngambek.. haha.. tapi yang penting bisa smsan dan nelpon.. Yeahh..!!

Sandal Boogie Kayoa

Ini sandal yang gue beli bulan Januari tahun 2011.. menemani gue kemana2 sampe kaki gue jadi belang.. hehehe.. yeah..
Yapp.. gue beli sandal ini karena udah bosen pake sandal jepit yang terlalu gampang putus atau hilang di masjid..
Bosen pake sendal karet cina yang bau karetnya ga enak dan gampang tipis..
Jadi, pilihan terbaik adalah sandal gunung.. yeahh..
Pilihan gue jatuh pada Boogie, karena katanya sejak Eiger jadi tenar, kualitasnya agak menurun tuh.. si abang-abang di toko juga ngerekomendasiin Boogie.. jadilah gue beli dengan harga Rp 85.000. Yeahh...

Jumat, 15 April 2011

Tentang Gender yang Absurd


Duhai, pasanganku..
Tidakkah kau lihat bahwa kita begitu berbeda..
Penampilan, sifat, dan sebagainya..
Tapi bukankah perbedaan selalu membuat segalanya indah??

Wajahku garang..
Sedangkan kau..
Wajahmu begitu..
Menyejukkan..

Sorot mataku tajam..tegas..
Sedangkan kau..
Matamu begitu..
Teduh..

Tubuhku tegap..
Sedangkan kau..
Tubuhmu begitu..
Gemulai..

Kulitku kasar.. tak terawat..
Sedangkan kau..
Kulitmu begitu..
Halus.. terawat..

Senyumku lebar..
Terkadang menyeringai..
Namun senyummu..
Begitu mungil..
Lucu..

Kata-kata yang keluar dari mulutku..
Keras.. Tegas.. Terkadang Pedas..

Sedangkan kau..
Kata-kata yang keluar dari mulutmu begitu..
Bijak.. Lembut.. Menenangkan..

Aku sangat maskulin..
Dan kau sangat feminin..

Duhai, pasanganku..
Sepertinya kita sangat cocok..
Dengan karakter kita yang berbeda..
Saling mengisi.. melengkapi..

Tapi sayang, banyak orang menganggap ini..
Tak wajar..
Ketika mereka tahu di akhir tulisan ini..
Bahwa aku PEREMPUANnya..
Dan kau LELAKInya..

Mencoba berkarya lewat sms..


Malem-malem smsan ama Sasti, tiba-tiba malah bikin puisi kacrut berdua.. jadi ganti-gantian per bait gitu.. hahaha.. gini nih..

Seperti indahnya sebuah senyuman..
Seperti hangatnya sebuah tatapan..
Lembutnya belaian..
Tulusnya kasih sayang..
Yang kau pancarkan..
Tak kan hilang walau..
Sejenak..

Hahaha.. abis itu bingung.. mau diapain.. yaudah bikin baru lagi.. gini nih..

Hari yang cerah dan indah, saat setetes air mata jatuh ke tanah..
Membuyarkan angan, menepis impian..
Setetes demi setetes perlahan, hingga menjadi sederas hujan..
Berharap pelangi mengukir kembali sebuah senyuman..

Aku terenyuh.. Lalu kuhampiri wajahnya, kuletakkan jemari di pipinya, dan kuhapus air matanya..
Binar matanya pancarkan kesejukan yang kuukir di sini..
Dan cahaya di wajahnya kembali bersinar..
Setelah sesaat meredup dan hampir padam..
Mata itu, membisikkan cahaya keindahan hanya untuk kita dan dunia..

Ia pun memelukku erat..
Tanpa berkata, ia lepaskan segala gundahnya, hempaskan semua sedihnya..
"Tuhan, izinkan aku merasakan cobaan termanis yang Kau berikan.."
Setelah reda isak tangisnya, ia pun melepaskan pelukannya lalu menamparku..
Pedih.. Tidak di pipi, tetapi di sini..
Rasa itu kian tercipta..

Di tengah kebingunganku, ia pun melengkungkan senyum terindahnya..
Lalu berterima kasih..
Dalam hening, ingin ku menggapainya, mengantarkan sayang ini kepadanya..
Tapi tak sempat, karena ia begitu cepat berlalu..
Namun, tetap membekas di sini..

SasJul - 12/4/11

hahaha...

Kamis, 24 Februari 2011

Terang Benderang Menjelang Petang, Terkadang..

Tiba saatnya aku beranjak kembali, kepada sore hari yang bingar. Di saat semua ingin berebut ke peraduannya masing-masing. Di saat semua semangat telah habis termakan lelah. Di saat emosi memuncak dan kesabaran hilang dari dalam hati.

Aku pun begitu, seperti semuanya. Rindu pada tempat beristirahat yang aman dan nyaman. Tempatku melepaskan semua penat dan pekat. Maka setelah semua tugas terpenuhi, aku pun beranjak meninggalkan tempat ini.

Aku lalu berlari dengan membawa seekor bebek di tanganku. Melewati hutan belantara yang sudah tak hijau lagi tampaknya. Para penggembala lainnya pun tak mau kalah. Mereka mengejarku, mendahuluiku, terkadang tak segan untuk mengganggu langkahku dan menyenggolku. Untung bebekku tak banyak terluka.

Aku juga harus berebut jalan dengan binatang-binatang lain yang digiring oleh para pemiliknya. Kuda, kijang, kambing, bahkan panther dan jaguar pun ikut mengisi belantara ini. Tak berbahaya kelihatannya, tapi mereka bisa saja menerkamku dan bebekku tiba-tiba, ketika aku lengah karena lelah. Jadi, aku harus tetap fokus pada tujuanku. Untuk pulang dan menghilangkan semua penat.

                Akhirnya aku tiba juga. Bebekku masih baik-baik saja. Kumandikan dan kumasukkan ke dalam rumah. Kubiarkan dia beristirahat, sama sepertiku yang harus beristirahat. Selamat petang..

Menulis itu mudah


Menulis itu mudah..
Karena kita tak harus menciptakan kata-kata..
Kita hanya harus mengumpulkan, memilih, dan merangkaikannya..
Agar tersirat sebuah makna..
Menambahkan irama..
dan menjadikannya indah..

Indah tak harus bahagia, tak juga selalu sendu..

Selasa, 15 Februari 2011

Puisi untuk Ibu dan Ayah


Untuk Ibu..

Ketika langit pagi..
tak bermentari..
Kau tetap pancarkan sinarmu..
Terangi hariku..
ceriakan diriku..

Ketika langit malam..
terlihat kelam..
Kau indahkan dengan senyuman..
Buatku terlelap..
dalam gelap..

Ketika hidupku..
terasa membeku..
Kau cairkan hatiku..
dengan kasih sayangmu..
Hingga ku..
tak lagi membisu..

Ketika kulihat dunia..
terlalu berbeda..
dari apa yang kuharapkan..
Kau selalu ingatkan..
bahwa perbedaan..
tak selalu menyakitkan..

Tak pernah kau berdiam diri..
ketika aku meringis..
walau saat kau pun menangis..

Tak pernah kau biarkan..
aku kelaparan..
sampai merintih..
walau saat perutmu pun perih..

Maaf jika saat ini..
Aku masih tak peduli..
Tapi nanti aku akan berbakti..
Jika masih ada nanti..
Dan semoga masih ada nanti..


Untuk Ayah..

Aku tak banyak tahu tentangmu..
Tapi yang kudengar, kau sangat mencintaiku..

- Juli Andrian -    -16/02/2011

Senin, 07 Februari 2011

Selamat Hari Ini

hari ini bukanlah besok.. hari ini bukanlah kemarin..
hari ini bukanlah mimpi.. hari ini bukanlah kenangan..
hari ini bukanlah harapan.. hari ini bukanlah penyesalan..
hari ini bukan untuk dikejar.. hari ini bukan untuk dilupakan..

hari ini adalah..
semua yang kau lihat.. kau dengar.. kau sentuh.. kau kecap.. dan kau cium..
bukan semua yang akan kau lihat.. kau dengar.. kau sentuh.. kau kecap.. dan kau cium..
bukan semua yang telah kau lihat.. kau dengar.. kau sentuh.. kau kecap.. dan kau cium..

hari ini adalah hari ini..
Selamat Hari Ini..