Tiba saatnya aku beranjak kembali, kepada sore hari yang bingar. Di saat semua ingin berebut ke peraduannya masing-masing. Di saat semua semangat telah habis termakan lelah. Di saat emosi memuncak dan kesabaran hilang dari dalam hati.
Aku pun begitu, seperti semuanya. Rindu pada tempat beristirahat yang aman dan nyaman. Tempatku melepaskan semua penat dan pekat. Maka setelah semua tugas terpenuhi, aku pun beranjak meninggalkan tempat ini.
Aku lalu berlari dengan membawa seekor bebek di tanganku. Melewati hutan belantara yang sudah tak hijau lagi tampaknya. Para penggembala lainnya pun tak mau kalah. Mereka mengejarku, mendahuluiku, terkadang tak segan untuk mengganggu langkahku dan menyenggolku. Untung bebekku tak banyak terluka.
Aku juga harus berebut jalan dengan binatang-binatang lain yang digiring oleh para pemiliknya. Kuda, kijang, kambing, bahkan panther dan jaguar pun ikut mengisi belantara ini. Tak berbahaya kelihatannya, tapi mereka bisa saja menerkamku dan bebekku tiba-tiba, ketika aku lengah karena lelah. Jadi, aku harus tetap fokus pada tujuanku. Untuk pulang dan menghilangkan semua penat.
Akhirnya aku tiba juga. Bebekku masih baik-baik saja. Kumandikan dan kumasukkan ke dalam rumah. Kubiarkan dia beristirahat, sama sepertiku yang harus beristirahat. Selamat petang..
nice,.:)
BalasHapusahiiii....
BalasHapusazzzZzz..
BalasHapusblogwalking,..